Thursday, July 4, 2013

Cita-Cita (Oleh Biko Gilang Kahfi)


                                                                                                     
“Mencerdaskan kehidupan bangsa.” Kalimat tersebut mungkin terlalu mewah untuk dijadikan sebagai sebuah cita-cita. Tapi ia bukanlah suatu hal yang mustahil untuk dicapai. Karena ia sesungguhnya berangkat dari hal sederhana: peduli terhadap sesama.

Pendidikan adalah proses transfer ilmu. Tidak harus selalu di dalam kelas, tidak harus selalu di sekolah, karena pendidikan sejatinya berawal dari lingkungan rumah, keluarga. Pendidikan di sekolah harus didukung oleh pendidikan luar sekolah. Karena jika pendidikan di luar sekolah tidak berjalan sinergis dengan pendidikan di sekolah, akan terjadi proses yang saling menafikan.

Pendidikan yang terjadi haruslah menyadarkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk menjadi apapun yang mereka mau. Setiap anak harus memiliki kesadaran bahwa mereka harus sekolah sampai jenjang yang paling tinggi, tidak terbatas oleh larangan teman, keluarga, orang tua apalagi karena masalah finansial. Dan tidak berhenti sampai ingin terus bersekolah, tetapi setiap anak harus berani untuk bermimpi, bernai untuk mempunyai cita-cita. Cita-cita yang mereka yakini dapat terwujud sehingga akan mereka kejar dengan semangat yang pantang menyerah.

Pendidikan yang terjadi di Terminal Hujan menggunakan prinsip kakak dan adik. Setiap pengajar dapat berperan sebagai guru dan panutan bagi adik-adiknya sekaligus menjadi orang yang dekat dengan adik-adik sehingga mereka mau berbagi cerita, layaknya seorang kakak. Dan tugas seorang kakak pulalah, untuk selalu melidungi adik dari pengaruh buruk, dalam hal ini adalah ide bahwa lebih baik mencari uang daripada sekolah. Karena bagi adik-adik Terminal Hujan, pergaulan di jalanan sangatlah dekat dengan mereka. Mengamen, ojek hujan, merupakan kegiatan yang lazim bagi mereka. Menyenangkan dan menghasilkan uang. Di sini lah peran Terminal Hujan, untuk selalu mengingatkan bahwa mereka harus tetap belajar, mereka harus terus memperoleh pendidikan dan tidak memilih untuk hidup di jalanan. Karena dunia jalanan, mau tidak mau sangat erat dengan putus sekolah, narkoba, dan masa depan yang tidak terarah.

Berangkat dari rasa peduli terhadap sesama, terciptalah cita-cita agar setiap anak di Terminal Hujan, anak-anak di seluruh bangsa ini dapat merasakan pendidikan tanpa terkecuali. Agar setiap anak dapat mengejar cita-cita mereka. Dan semoga nantinya, setiap anak di negeri ini akan memiliki cita-cita yang lebih besar lagi, cita-cita untuk membangun bangsa Indonesia. Semoga.

Salam Terminal Hujan!

No comments:

Post a Comment